RUANG BACA

Kembali Berkabar dengan Kartu Pos
Post by Indra Arief Pribadi014 September 2012

Persegi panjang yang berukuran sekitar 11x16 cm itu dipenuhi banyak kata, meminta untuk diisi kabar dan pengalaman si calon pengirim. Dibaliknya ada foto tempat penangkaran Komodo, salah satu tempat penangkaran hewan yang menjadi daya tarik wisata negeri ini.

Kartu pos bergambar Pulau Komodo itu adalah salah satu dari sisa kartu pos yang masih saya miliki. Kejenuhan komunikasi bermedia internet dan perhatian saya terhadap upaya PT. Pos untuk bertahan dari komunikasi bermedia internet itu, membuat saya mencoba untuk mengoleksi kartu pos.

Saya selalu suka dengan kartu pos yang memuat foto sebuah tempat atau visual kesenian daerah. Apa yang saya bayangkan (dan harapkan), ketika internet belum semasif sekarang, saat mengirim pesan kepada seseorang di luar negri sana, saya tak perlu repot-repot menceritakan tentang keindahan negara saya, cukup dengan visual yang ada pada kartu pos tersebut Sederhananya, kartu pos bisa menjadi representasi kecil-kecilan dari keindahan suatu negara.

Menulis di kartu pos atau surat pun punya esensi yang berbeda dibandingkan dengan menulis email atau pesan melalui internet. Isi dari kartu pos bisa hanya terdiri dari beberapa kata ringkas melalui rangkaian puisi atau sajak. Ungkapan isi hati si pengirim terwakilkan oleh gambar dan kata-kata. Rangkaian kata tidak melulu disampaikan serius, bisa dengan cara jenaka untuk mengungkapkan rasa perhatian, persahabatan, cinta, terima kasih dan sebagainya.

Pesan, salam, perhatian maupun perasaan untuk seseorang dalam selembar kartu pos bisa terasa lebih spesial karena kartu pos mudah dibawa atau dipajang untuk dilihat terus, sekaligus menjadi pengingat.

Setelah mengirim kartu pos, tiada yang lebih mengasyikan dari sensasi melihat kotak pos yang selalu kosong tiba-tiba mendadak terisi beberapa kartu, harap-harap cemas menanti Pak Pos yang semakin sering mondar-mandir di sekitar rumah, dan mendapat kartu pos balasan dari si penerima yang berisi untaian kata atau gambar di dalamnya.

Dulu kartu pos biasa digunakan untuk menyampaikan berbagai ungkapan perasaan terutama menjelang hari-hari besar. Sekarang BBM (Blackberry Messenger), Facebok, Twitter, Skype, Google +, dan lainnya, atas nama kecepatan dan kemudahan menghapus kebiasaan itu secara perlahan.

Beruntung, tidak semua orang memandang kecepatan dan kemudahan berkomunikasi melalui media-media tersebut adalah hal utama. Keberadaan wadah seperti postcrossing dan cardtopost memberi angin segar untuk membangun dan menikmati esensi kegiatan berkirim kartu pos.

Melalui kedua wadah itu, kita bisa mendapat teman baru, dan berkesempatan untuk mengenal dunia dengan sensasi yang berbeda dari yang ditawarkan media internet.

Cardtopost juga mengajak pengirim untuk membuat kartu posnya sendiri. Segala macam minat dan potensi bisa menjadi medium untuk menjabarkan berbagai ungkapan perasaan dari pengirim. Kini, saatnya mencari teman baru dan memamerkan kreasimu sendiri pada gambar atau kata penuh makna melalui lembaran kartu pos.

comments powered by Disqus

Selamat datang di Cardtopost, silakan masuk ke kamar untuk cek daftar minta alamat. Atau mau pamer kartu pos?

shout out
Muhammad Fachrizal

19 Februari 2017 18:55:18

Muhammad Fachrizal

Menerima swap0menswap wqwqwq

much asad royan purnadi

16 Februari 2017 14:15:50

much asad royan purnadi

hallo teman2 lama tak jumpa .. mari berbagi kembali kirim kirim kartu nyaa..

Dian Saputra

16 Februari 2017 13:13:17

Dian Saputra

Selamat hari bermalas-malasan (Effek mendung dan hujan seharian) hehe

Nurul Istiqomah

14 Februari 2017 14:52:12

Nurul Istiqomah

ada yang mau kirim-kirim kartu pos ?? :))

Tyas Dwi Arini

13 Februari 2017 17:22:25

Tyas Dwi Arini

Sudah request alamat ya Caecilia Ega :)

Video Dokumentasi 1000 Kartu Pos Untuk Presiden [Februari-September 2012]

shout out

24 Februari 2017

25 Februari 2017

26 Februari 2017

27 Februari 2017

Yahoo Messenger