RUANG KONSULTASI

FAQ

Card to Post adalah gerakan yang mengajak kawan-kawan semua untuk membuat kartu pos sebagai sarana menyampaikan pesan, entah itu berupa ungkapan perasaan, ucapan selamat, atau sekedar sapaan.

Wah, banyak banget hal serunya. Pertama, kejutan. Rentang waktu pengiriman kartu pos itu bikin hati kita deg-deg ser. Bagi si pengirim, deg-deg-ser-nya itu karena kepikiran apakah kartu posnya sampai atau nggak. Bagi si penerima, tentunya seperti apakah kartu pos dan kapan kartu pos itu sampai pasti bikin penasaran. Pokoknya, kotak surat menjadi kotak penuh kejutan deh.

Kedua, pesan yang dibuat lewat kartu pos pasti dibuat dengan mengerahkan segenap hati dan pikiran. Apalagi kalau gambar di sisi depan kartu posnya dibuat sendiri. Kreativitas pun diuji. So, karena itu lah pesan dalam kartu pos memiliki nilai yang lebih spesial.

Ketiga, kartu pos adalah bentuk komunikasi yang berwujud. Ada intimasi, dapat di sentuh alias tidak maya. Kita bisa menyimpannya sebagai sebuah memorabilia yang menandai momen dan perasaan yang berkesan. Kita bisa memajangnya di tembok kamar atau menyimpannya di album sehingga bisa kita lihat dan pegang kapan saja.
Sisanya silahkan rasakan sendiri.

1. Daftar diri kamu di web ini.

2. Prosedur kirim-kirimannya:
   - Lihat Ruang Keluarga dan pilih siapa yang akan kamu kirimi kartu pos. Lalu klik ‘minta alamat’ di kamar mereka.
   - Kamu bisa buat kartu posmu sendiri. (lihat Panduan)
   - Pergi ke kantor pos, sapa petugasnya, dan kirim kartu pos mu.
   - Kamu akan menerima kartu pos dari anggota lain
   - Foto dan upload kartupos yang kamu terima di laman Ruang Pamer dengan mengisi form ‘Pamer Kartu Pos’

3. Ulangi langkah poin 2 untuk mendapatkan lebih banyak kartupos.

Hmm, nggak mesti sih, kalian bisa bikin berdua, bertiga atau rame-rame sekalian. hehe. Kami sih menganjurkan untuk membuat sendiri. Tapi kalian juga bisa mengirim kartu pos yang sudah jadi kok.

Gampang banget, loh. Pertama kita harus tau dulu bentuk inti kartu pos. Seperti namanya, kartu pos berbentuk kartu. Biasanya berbentuk persegi panjang dan berukuran ‘kantong’ (bisa masuk kantong) dan terdiri dari dua sisi. Sisi depan menampilkan gambar, sisi belakang ialah tempat untuk menuliskan alamat tujuan, isi pesan, dan prangko. Nah cara bikinnya ada beberapa pilihan, nih:

1. Lewat komputer:
Cetak foto/gambarmu ke kertas tebal (pokoknya kertasnya harus tebal dan bisa dibubuhi tulisan). Kamu bisa menggunakan printer rumah asal tintanya cukup. Biar lebih irit kamu tata dulu foto-fotomu ke kertas ukuran A4 atau A3. Satu kertas A4 itu bisa dapet 4 kartu pos. Kamu bisa menatanya dengan sotware photoshop atau corel draw. Biar lebih asoy, nih kami sediakan templatenya buat kamu: ukuran A4, Kalau kamu kurang paham software itu, kamu bisa pake opsi printer dari windows. Caranya: seleksi empat foto yang ingin kamu cetak, lalu klik kanan dan pilih Print. Nah, cari deh pilihan satu kertas empat foto. Sisi belakang dibiarkan kosong pun nggak apa-apa. Nanti garis-garis pembantunya bisa kita bikin sendiri secara manual (pake pulpen) hehe..

2. Bikin manual:
Yaaa, cari kertas yang seukuran kartu pos, lalu kreasikan deh sisi depan kertas itu. Kamu bisa gambarin, bikin kolase, atau ditempel foto pun nggak masalah.

Cetak di percetakaaaann.. Bisa lebih murah loh. Kalian yang di Jakarta coba cetak di daerah Benhil deh, tepatnya di percetakan Jaya Agung. Di sana ngeprint ukuran A3 bulak-balik cuma Rp. 6000. Dan kertas A3 itu bisa menampung 8 kartu pos. So, satu kartu posnya cuma Rp 750.

Percetakan Subur, Jakarta juga ngasih diskon loh untuk mahasiswaa. Kalian yang udah lulus tapi masih nyimpen kartu mahasiswa juga masih bisa dapeet. Hahaha..

Bilang aja kertas karton, ketebalan diatas 200 gram.

Yaudah sini kamu kirim foto/gambar yang mau kalian cetak jadi kartu pos. Nanti kami bantu cetakin. Tapi harus lebih dari 8 foto yah. Ongkos cetak dan kirimnya kalian yang tanggung. Kirim ke email: info@cardtopost.com

Nggak mesti lewat kantor pos dan berprangko kok. Kita bisa pake jasa pengiriman yang reguler. Lewat jalur pengiriman macem JNE atau TIKi juga nggak masalah.

Tapi kirim pake prangko itu akan jadi nilai lebih, soalnya banyak banget prangko yang gambarnya menarik. Seru untuk dikoleksi!! Hehe.. Lama pengirimannya tergantung nilai prangko itu sendiri,semakin murah semakin lama sampainya. Dan, nggak enaknya kirim pake prangko adalah status pengirimannya nggak bisa dicek. Ga ada nomor resinya seperti pengiriman reguler.

Idealnya kartu pos itu hanya dikirim sebatang diri, tanpa dibungkus amplop. Jadi memang pesan di kartu pos itu dianjurkan jangan terlalu personal dan bermuatan pornografi. Haha.. Tapi kalau kalian mau dipakaikan amplop juga nggak masalah.

Sebenarnya, esensi dari project ini adalah proses kirim-kirimannya, bukan wujud yang dikirimnya. Kalian bisa mengirimkan apa pun bahkan tidak mesti kartu pos. Syarat utamanya adalah benda yang dikirim harus berwujud (bukan maya) dan dikirim melalui pos atau jasa pengiriman.

Masih punya sesuatu yang ganjel dan pengen banget ditanyakan. Silahkan email ke info@cardtopost.com

Selamat datang di Cardtopost, silakan masuk ke kamar untuk cek daftar minta alamat. Atau mau pamer kartu pos?

shout out
Muhammad Fachrizal

19 Februari 2017 18:55:18

Muhammad Fachrizal

Menerima swap0menswap wqwqwq

much asad royan purnadi

16 Februari 2017 14:15:50

much asad royan purnadi

hallo teman2 lama tak jumpa .. mari berbagi kembali kirim kirim kartu nyaa..

Dian Saputra

16 Februari 2017 13:13:17

Dian Saputra

Selamat hari bermalas-malasan (Effek mendung dan hujan seharian) hehe

Nurul Istiqomah

14 Februari 2017 14:52:12

Nurul Istiqomah

ada yang mau kirim-kirim kartu pos ?? :))

Tyas Dwi Arini

13 Februari 2017 17:22:25

Tyas Dwi Arini

Sudah request alamat ya Caecilia Ega :)

Video Dokumentasi 1000 Kartu Pos Untuk Presiden [Februari-September 2012]

shout out

24 Februari 2017

25 Februari 2017

26 Februari 2017

27 Februari 2017

Yahoo Messenger